Pengaruh Edukasi Triase terhadap Peningkatan Pengetahuan Penanganan Korban Bencana di SMA Negeri 1 Sentolo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1003Keywords:
Edukasi Triase, Pengetahuan, Penanganan Korban Bencana, RemajaAbstract
Bencana yang tidak terduga menuntut kesiapsiagaan masyarakat, termasuk remaja sekolah, dalam melakukan penanganan awal korban secara tepat melalui prinsip triase. SMA Negeri 1 Sentolo yang berada di wilayah rawan bencana Kulon Progo memiliki anggota Palang Merah Remaja (PMR) yang belum pernah mendapatkan edukasi triase secara khusus, sehingga penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi triase terhadap peningkatan pengetahuan penanganan korban bencana pada siswa tersebut. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental two group pre-test post-test dengan sampel 58 siswa yang dipilih melalui teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin, terbagi menjadi kelompok intervensi (edukasi PowerPoint dan simulasi) dan kelompok kontrol (media leaflet). Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test dan Mann-Whitney U Test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kelompok intervensi (p-value = 0,000) dengan mean rank pascaintervensi sebesar 33,50, lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol sebesar 25,50, dan uji perbandingan antarkelompok menghasilkan p-value = 0,036 (< 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa edukasi triase berbasis simulasi lebih efektif dibandingkan pembelajaran mandiri melalui media cetak. Keterbatasan penelitian mencakup cakupan lokasi tunggal dan durasi intervensi yang relatif singkat sehingga hasil belum sepenuhnya representatif secara luas. Disimpulkan bahwa edukasi triase berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswa PMR dalam penanganan korban bencana, sehingga metode ini direkomendasikan sebagai strategi pembelajaran kesiapsiagaan bencana berbasis sekolah.




