Hubungan Kecanduan Penggunaan Gawai dengan Gangguan Kesehatan Mental Remaja di SMAN 1 Ajibarang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1014Keywords:
Kecanduan Penggunaan Gawai, Depresi, Kecemasan, Stres, Kesehatan Reproduksi RemajaAbstract
Remaja rentan mengalami gangguan kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial selama masa pubertas. Peningkatan penggunaan gawai berpotensi menimbulkan kecanduan yang berdampak pada depresi, kecemasan, dan stres, sehingga penting dikaji dalam upaya mendukung kesehatan reproduksi remaja. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kecanduan penggunaan gawai dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada remaja di SMA Negeri 1 Ajibarang. Penelitian kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional melibatkan 148 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Smartphone Addiction Scale (SAS) dan Depression Anxiety Stress Scale for Youth (DASS-Y), kemudian dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,4% responden mengalami kecanduan gawai kategori tinggi, sedangkan sebagian besar memiliki tingkat depresi (60,1%), kecemasan (56,1%), dan stres (65,5%) kategori normal. Terdapat hubungan signifikan antara kecanduan penggunaan gawai dengan depresi (p = 0,046; r = 0,165), kecemasan (p = 0,018; r = 0,194), dan stres (p = 0,010; r = 0,210). Disimpulkan bahwa kecanduan penggunaan gawai berhubungan signifikan dengan tingkat depresi, kecemasan, dan stres pada remaja, meskipun kekuatan hubungannya tergolong sangat lemah hingga lemah. Oleh karena itu, penggunaan gawai yang sehat perlu ditingkatkan sebagai upaya mendukung kesehatan mental dan kesehatan reproduksi remaja.




