Hubungan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Gizi Kehamilan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronik (KEK) di UPTD Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1015Keywords:
Pengetahuan Gizi, Ibu Hamil, KEK, LILAAbstract
Latar Belakang: Kehamilan merupakan periode penting bagi perempuan yang ditandai dengan meningkatnya kebutuhan energi dan zat gizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta menjaga kesehatan ibu. Ketidakseimbangan antara kebutuhan nutrisi yang meningkat dengan asupan yang tidak mencukupi dapat menimbulkan masalah gizi, salah satunya adalah Kekurangan Energi Kronis (KEK). KEK pada ibu hamil ditandai dengan ukuran Lingkar Lengan Atas (LILA) kurang dari 23,5 cm yang menunjukkan cadangan energi tidak memadai untuk menunjang kehamilan. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan ibu, tetapi juga dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan serta memengaruhi kesehatan dan pertumbuhan janin. Data UPTD Puskesmas Pahandut menunjukkan bahwa kasus KEK pada ibu hamil masih cukup tinggi, yaitu sebesar 22,4% pada tahun 2023, 10,7% pada tahun 2024, dan 10,5% pada tahun 2025, sehingga KEK masih menjadi permasalahan kesehatan ibu yang perlu mendapat perhatian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan dengan kejadian KEK. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 80 ibu hamil yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner pengetahuan gizi dan pengukuran LILA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan alternatif Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Hasil penelitian analisis menggunakan Fisher’s Exact Test menunjukkan nilai p sebesar 0,007 (p < 0,05) yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan ibu hamil tentang gizi kehamilan dengan kejadian KEK. Kesimpulan: Pengetahuan ibu hamil berhubungan signifikan dengan kejadian KEK. Semakin baik pengetahuan ibu hamil mengenai gizi, maka semakin rendah risiko terjadinya KEK. Oleh karena itu, ibu hamil diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta kesadarannya mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama kehamilan.




