Penerapan Terapi Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Skizofrenia Dengan Risiko Perilaku Kekerasan: Studi Kasus
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v9i1.1029Keywords:
Risiko perilaku kekerasan, skizofrenia, terapi relaksasi nafas dalamAbstract
Skizofrenia merupakan gangguan jiwa yang dapat memengaruhi cara berpikir, berperilaku, dan mengendalikan emosi sehingga berisiko menimbulkan perilaku kekerasan. Risiko perilaku kekerasan perlu mendapatkan penanganan yang tepat agar pasien mampu mengendalikan emosinya dan mencegah terjadinya perilaku agresif. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan dengan terapi relaksasi napas dalam pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan. Penelitian menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada satu pasien yang dirawat di Ruang Anggrek RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto selama 2 × 24 jam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan status mental, dan telaah rekam medis. Berdasarkan hasil pengkajian, pasien mengalami risiko perilaku kekerasan yang ditandai dengan mudah marah, mudah tersinggung, memiliki riwayat melakukan kekerasan, serta mengalami halusinasi pendengaran. Intervensi yang diberikan berupa terapi relaksasi napas dalam. Setelah dilakukan tindakan keperawatan, pasien tampak lebih tenang, mampu mengendalikan emosinya, tidak lagi memiliki keinginan untuk melakukan tindakan kekerasan, serta mampu mempraktikkan teknik relaksasi napas dalam secara mandiri. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terapi relaksasi napas dalam dapat membantu meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol emosi dan menjadi salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan




