Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kebingungan Identitas Gender Pada Generasi Z Mahasiswa Keperawatan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1031Keywords:
Intensitas Media Sosial, Kebingungan Identitas Gender, Generasi Z, Mahasiswa KeperawatanAbstract
Sari, Citra Rizkia. 2026. Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap
Kebingungan Identitas Gender Pada Generasi Z Mahasiswa Keperawatan
STIKes Maharani Malang Angkatan 2023. Skripsi, Program Studi S1 Ilmu
Keperawatan, STIKes Maharani Malang. Pembimbing: Ns. Kurnia
Laksana. S.Kep., CH., CHt.
Penggunaan media sosial pada Generasi Z yang tinggi berpotensi
memengaruhi pembentukan identitas diri, termasuk identitas gender. Paparan
konten digital yang beragam dapat memicu perbandingan sosial, tekanan
psikososial, serta ketidakstabilan konsep diri yang berdampak pada munculnya
kebingungan identitas gender, seperti keraguan terhadap peran gender,
ketidaknyamanan terhadap identitas diri, dan kebingungan dalam mengekspresikan
identitas gender di lingkungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap kebingungan identitas
gender pada mahasiswa keperawatan STIKes Maharani Malang angkatan 2023.
Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional.
Sampel penelitian berjumlah 80 responden yang diambil menggunakan teknik
purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner
intensitas penggunaan media sosial dan kuesioner kebingungan identitas gender,
kemudian dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki intensitas penggunaan
media sosial kategori tinggi sebanyak 55 responden (79,7%), sedangkan
kebingungan identitas gender paling banyak berada pada kategori sedang sebanyak
48 responden (69,6%). Analisis uji Spearman Rank menunjukkan nilai koefisien
korelasi r = 0,487 dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan
sedang dan signifikan antara intensitas penggunaan media sosial dengan
kebingungan identitas gender. Semakin tinggi intensitas penggunaan media sosial,
maka semakin tinggi tingkat kebingungan identitas gender pada mahasiswa. Oleh
karena itu, diperlukan edukasi, kontrol penggunaan media sosial, serta
pendampingan psikososial untuk membantu mahasiswa membangun identitas diri
yang sehat.
Kata kunci: Intensitas Media Sosial, Kebingungan Identitas Gender, Generasi Z,
Mahasiswa




