Hubungan Screen Time Dan Konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) Dengan Status Gizi Anak Usia 11-12 Tahun Di SD Negeri 1 Mangliawan Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1038Keywords:
Screen Time, Ultra-Processed Food, Status Gizi, Anak SekolahAbstract
Perkembangan teknologi digital telah meningkatkan durasi
screen time pada anak usia sekolah, yang berpotensi memengaruhi pola konsumsi
ultra-processed food (UPF) dan berdampak pada status gizi. Anak usia 11–12
tahun merupakan kelompok yang rentan terhadap perubahan gaya hidup modern
tersebut. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan screen
time dan konsumsi UPF dengan status gizi anak usia 11–12 tahun di SD Negeri 1
Mangliawan Malang. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif analitik. Sampel berjumlah 76 siswa yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran screen time dilakukan
menggunakan kuesioner QUEST, konsumsi UPF diukur dengan Food Frequency
Questionnaire (FFQ), dan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut
Umur (IMT/U). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Terdapat
hubungan yang signifikan antara screen time dengan status gizi anak (p = 0,004)
serta antara konsumsi UPF dengan status gizi anak (p = 0,002). Kesimpulan:
Screentime dan konsumsi ultra-processed food berhubungan signifikan dengan
status gizi anak usia 11–12 tahun. sebagian besar responden memiliki durasi
screen time yang tinggi dan frekuensi konsumsi ultra-processed food (UPF) yang
sering, dengan status gizi yang didominasi oleh kategori gizi lebih. Oleh karena
itu perlu upaya pembatasan screen time, serta pengurangan konsumsi UPF melalui
edukasi gizi kepada anak dan orang tua, serta dukungan lingkungan sekolah yang
mendorong pola hidup sehat.




