Hubungan Perilaku Self Management Dengan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Cisadea Kota Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1045Keywords:
Self Management, Kadar Gula Darah, Diabetes Melitus Tipe 2, Puskesmas CisadeaAbstract
Pengendalian kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus
Tipe 2 masih menjadi tantangan di Puskesmas Cisadea. Studi pendahuluan
menunjukkan banyak pasien datang dengan gula darah tinggi akibat pola makan
yang tidak teratur, rendahnya frekuensi kontrol kesehatan, ketidakpatuhan
konsumsi obat, serta kurangnya pemantauan gula darah mandiri. Aktivitas fisik
yang minim juga memperburuk kondisi pasien. Permasalahan-permasalahan ini
mengindikasikan bahwa perilaku self management pasien belum optimal sehingga
berdampak pada tidak terkendalinya kadar gula darah. Tujuan: Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perilaku self management dengan
kadar gula darah pada pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas
Cisadea Kota Malang. Metode: Penelitian menggunakan desain analitik
korelasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 115
responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian
berupa kuesioner DSMQ serta pemeriksaan gula darah sewaktu menggunakan
glukometer digital. Analisis data dilakukan dengan uji Chi-Square pada tingkat
signifikansi α = 0,05. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas
responden memiliki perilaku self management baik (81,7%), dan 65,2% di
antaranya memiliki kadar gula darah terkontrol. Uji Chi-Square menghasilkan
nilai p = 0,002 yang menunjukkan hubungan signifikan antara perilaku self
management dan kadar gula darah. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang
signifikan antara perilaku self management dengan kadar gula darah pada pasien
Diabetes Mellitus Tipe 2. Pasien dengan perilaku self management yang baik
cenderung memiliki kadar gula darah yang lebih terkontrol. Peningkatan edukasi
dan pendampingan pasien perlu dilakukan untuk memperkuat perilaku self
management sebagai bagian dari pengendalian penyakit diabetes secara
berkelanjutan.




