Hubungan Riwayat Asupan Makanan dengan Penyembuhan Luka pada Pasien Diabetes Melitus di RSI Aisyiyah Kota Malang dan RSUD Karsa Husada Kota Batu
Keywords:
Diabetes Melitus, Luka Diabetes, Riwayat Asupan Makanan, Penyembuhan LukaAbstract
Luka diabetes melitus adalah salah satu komplikasi kronis yang sering dialami pasien dan dapat memperlambat proses penyembuhan secara signifikan. Riwayat asupan makanan menjadi faktor penting yang memengaruhi kondisi tersebut, karena pola makan yang tidak seimbang dapat menimbulkan hiperglikemia kronis, defisiensi nutrisi esensial, serta gangguan regenerasi jaringan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat asupan makanan dengan penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus di RSI Aisyiyah Kota Malang dan RSUD Karsa Husada Kota Batu. Penelitian ini menggunakan metode “analitik observasional dan metode cross sectional”. Metode pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sehingga didapatkan jumlah responden sebanyak 35 pasien. Instrumen yang digunakan ialah food recall 3x24 untuk menilai riwayat asupan makanan dan Bates-Jensen Wound Assessment Tool (BWAT) untuk mengukur kondisi luka. Penelitian ini menggunakan Uji Spearman's Rank Correlation dan didapatkan hasil nilai korelasi sebesar -0,803 dimana p<0,05. Peneliti menyarankan perawat perlu memantau gizi dan edukasi pasien, rumah sakit memperkuat layanan holistik dengan ahli gizi, dan penelitian selanjutnya memperluas variable, menambahkan definisi luka hari pertama hingga akhir, serta observasi untuk strategi perawatan luka diabetes lebih efektif.




