Hubungan Paparan Gadget Dengan Perilaku Makan Pada Anak Usia Prasekolah (3-5 Tahun) Di Posyandu Kampung Sanan Kota Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1057Keywords:
Paparan Gadget, Perilaku Makan Negatif, Anak PrasekolahAbstract
Gangguan perilaku makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah yaitu perilaku makan negatif, akan berdampak negatif bagi keseimbangan gizi dan pertumbuhan anak. Salah satu faktor penyebabnya yaitu tingginya paparan gadget yang membuat anak cenderung tidak peka terhadap rasa kenyang atau lapar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan paparan gadget dengan perilaku makan pada anak usia prasekolah (3-5 tahun) di Posyandu Kampung Sanan, Kota Malang. Desain penelitian ini kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada 16 Oktober 2025. Sampel terdiri dari 70 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak memiliki paparan gadget tinggi (47%), sedangkan perilaku makan negatif ditemukan pada hampir seluruh responden (92,9%). Uji statistik menghasilkan nilai r = –0,144 dengan p = 0,234, yang menandakan tidak adanya hubungan signifikan antara kedua variabel. Perilaku makan pada anak prasekolah dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk personal preference, status sosial ekonomi, budaya, rasa lapar, kenyang, nafsu makan, kesehatan dan paparan gadget. Paparan gadget berlebihan juga berpotensi mengganggu proses makan anak, anak cenderung tidak peka terhadap rasa lapar dan kenyang. Meskipun hubungan statistik tidak signifikan, kontrol penggunaan gadget tetap diperlukan karena mekanisme-mekanisme tersebut dapat berkontribusi pada pembentukan perilaku makan negatif dalam jangka panjang.




