Hubungan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Restriksi Cairan Pada Pasien Hemodialisis Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1060Keywords:
Efikasi Diri , Kepatuhan Restriksi Cairan, HemodialisaAbstract
Gagal ginjal kronik merupakan penyakit progresif yang
memerlukan terapi hemodialisis seumur hidup. Kepatuhan terhadap restriksi cairan
menjadi aspek penting dalam mencegah peningkatan interdialytic weight gain
(IDWG) dan komplikasi serius. Namun, ketidakpatuhan masih sering terjadi pada
pasien hemodialisis. Efikasi diri merupakan faktor psikologis yang diyakini
berperan dalam membentuk perilaku kepatuhan pasien. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan restriksi cairan
pada pasien hemodialisis di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Metode: Penelitian ini
menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional.
Sampel penelitian berjumlah 83 pasien gagal ginjal kronik yang menjalani
hemodialisis dan diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan
menggunakan kuesioner efikasi diri dan kuesioner kepatuhan restriksi cairan yang
telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan secara univariat dan
bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil: Penelitian menunjukkan
bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat efikasi diri kategori sedang
(38,6%) dan kepatuhan restriksi cairan kategori cukup patuh (41,0%). Uji Spearman
Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dengan
kepatuhan restriksi cairan dengan nilai koefisien korelasi r = 0,909 dan nilai
signifikansi p < 0,001, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan sangat
kuat. Semakin tinggi tingkat efikasi diri pasien, maka semakin tinggi pula tingkat
kepatuhan terhadap pembatasan cairan. Diskusi: Peningkatan efikasi diri melalui
strategi pengaturan asupan cairan seperti edukasi berulang, pemantauan asupan
cairan harian, pembatasan natrium, serta dukungan psikososial diharapkan dapat
meningkatkan kepatuhan restriksi cairan dan mencegah komplikasi pada pasien
hemodialisis.




