Hubungan Dukungan Keluarga dengan Self Care pada Pasien TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1061Keywords:
Tuberkulosis Paru, Dukungan Keluarga, SelfcareAbstract
Tuberkulosis (TB) paru merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB paru dipengaruhi oleh kepatuhan pasien dalam menjalani terapi serta kemampuan melakukan self care. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam meningkatkan kemampuan self care adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki dukungan keluarga kategori sedang sebanyak 26 responden (86,7%) dan self care kategori sedang sebanyak 22 responden (73,3%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan nilai p = 0,069 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) = 0,336, sehingga tidak terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru. Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga dengan self care pada pasien TB paru di Wilayah Kerja Puskesmas Teling Kota Manado. Meskipun demikian, dukungan keluarga tetap memiliki peran penting dalam memberikan motivasi, perhatian, dan pendampingan kepada pasien selama menjalani pengobatan.




