Pengaruh Terapi Dzikir Terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Pada Pasien Chronic Limb-Threatening Ischemia (CLTI) Di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1064Keywords:
Chronic Limb-Threatening Ischemia, terapi dzikir, nyeriAbstract
Chronic Limb-Threatening Ischemia (CLTI) merupakan stadium lanjut dari Peripheral Artery Disease yang ditandai dengan penurunan perfusi jaringan sehingga menimbulkan nyeri iskemik, kerusakan jaringan, hingga meningkatkan risiko amputasi. Nyeri yang dialami pasien dengan diagnosis medis Chronic Limb-Threatening Ischemia (CLTI) sering kali belum teratasi secara optimal sehingga diperlukan intervensi nonfarmakologis sebagai terapi pendamping. Penelitian ini bertujuan menggambarkan penerapan terapi dzikir dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien CLTI pasca amputasi. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada satu pasien yang dirawat di Ruang Teratai RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan telaah rekam medis. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS), sedangkan terapi dzikir diberikan selama 10–15 menit setiap hari selama tiga hari dengan melafalkan istigfar sebanyak 33 kali, tasbih (Subhanallah) 33 kali, tahmid (Alhamdulillah) 33 kali, takbir (Allahu Akbar) 33 kali, dan tahlil (Lā ilāha illallāh) sebanyak 1 kali. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan intensitas nyeri dari skala 6 (nyeri sedang) pada hari pertama menjadi skala 3 (nyeri ringan) pada hari ketiga. Selain itu, pasien tampak lebih rileks, ekspresi meringis dan gelisah berkurang, kualitas tidur membaik, serta merasa lebih nyaman selama menjalani perawatan. Penerapan terapi dzikir dapat menjadi salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mendukung penatalaksanaan nyeri pada pasien CLTI.




