Analisis Manajemen Pelayanan Gizi Rawat Inap Di RSUD Puri Husada Tembilahan Riau
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1068Keywords:
Pelayanan Gizi, Manajemen Penyelenggaraan Makanan, POAC, Input-Process-Output, Instalasi GiziAbstract
Pelayanan gizi rumah sakit berperan penting dalam mendukung proses penyembuhan pasien dan
meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Penyelenggaraan makanan harus dikelola melalui sistem
manajemen yang terstruktur mulai dari perencanaan hingga evaluasi. Penelitian ini bertujuan
menganalisis manajemen pelayanan gizi rawat inap di RSUD Puri Husada Tembilahan, Riau.
Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi,
wawancara dengan petugas instalasi gizi, dan telaah dokumen penyelenggaraan makanan. Analisis
difokuskan pada penyusunan kebutuhan gizi, penyusunan menu, pengadaan bahan makanan, distribusi
makanan, serta sistem pengawasan dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penyelenggaraan makanan menggunakan sistem swakelola dan secara umum telah mengacu pada
Pedoman Penyelenggaraan Gizi Rumah Sakit (PGRS). Berdasarkan kerangka Input-Process-Output,
aspek input menunjukkan ketersediaan sumber daya manusia, anggaran, serta sarana dan prasarana,
namun belum optimal. Observasi menemukan ketidaksesuaian sarana dan prasarana dengan
Permenkes RI Nomor 30 Tahun 2023, meliputi lantai belum antiselip, alur bangunan belum linier,
ruang penerimaan dan gudang bahan makanan terbatas, serta ventilasi kurang memadai. Pada aspek
proses, penyusunan kebutuhan gizi, siklus menu 10+1 hari, pengadaan bahan makanan, pengolahan,
dan distribusi telah sesuai pedoman. Aspek output menunjukkan kepuasan pasien tergolong baik,
meskipun penerapan higiene dan sanitasi masih perlu ditingkatkan. Pengawasan dan evaluasi telah
dilakukan, namun pengawasan sarana dan prasarana masih perlu diperkuat. Berdasarkan fungsi
manajemen POAC, aspek perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian belum optimal pada
penyediaan serta pengawasan sarana dan prasarana. Disimpulkan bahwa manajemen pelayanan gizi
rawat inap telah berjalan cukup baik, tetapi masih diperlukan peningkatan sarana dan prasarana,
sumber daya manusia, serta penerapan standar higiene dan sanitasi untuk meningkatkan mutu
pelayanan gizi rumah sakit.




