Hubungan Self Care Dengan Kualitas Hidup Pasien Tuberkulosis di Wilayah Puskesmas Jabung
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1069Keywords:
self care, kualitas hidup, tuberkulosis, pasien TBAbstract
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena berdampak pada kondisi fisik, psikologis, sosial, dan kualitas hidup penderitanya. Kemampuan self care berperan penting dalam mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self care dengan kualitas hidup pasien tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Jabung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 47 pasien tuberkulosis yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner self care dan kualitas hidup, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat signifikansi 0,05. Sebagian besar responden memiliki self care kategori baik (48,9%) dan kualitas hidup kategori baik (78,7%). Analisis menunjukkan terdapat hubungan positif yang kuat dan signifikan antara self care dan kualitas hidup (r = 0,730; p < 0,001). Self care yang baik berhubungan dengan kualitas hidup yang lebih baik pada pasien tuberkulosis. Penguatan edukasi, pendampingan, dan dukungan keluarga diperlukan untuk meningkatkan kemampuan self care sehingga dapat mendukung keberhasilan pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien.




