Hubungan Beban Keluarga Dan Efikasi Diri Dengan Kepatuhan Lansia Menjalani Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Pandanwangi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1073Keywords:
Beban Keluarga, Efikasi Diri , Kepatuhan , Diabetes MelitusAbstract
Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan kepatuhan jangka panjang terhadap terapi
farmakologis dan non-farmakologis. Namun, kepatuhan lansia dalam menjalani terapi diabetes masih menjadi
permasalahan utama yang menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol, komplikasi, hingga kematian.
Kepatuhan dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya beban keluarga dan efikasi diri. Keluarga sebagai
pendukung utama berperan penting dalam perawatan lansia, namun beban fisik, emosional, dan finansial yang
berlebihan dapat menurunkan kualitas dukungan. Selain itu, efikasi diri lansia menentukan keyakinan dan
kemampuan pasien dalam mengelola penyakitnya secara mandiri. Metode: Penelitian ini menggunakan desain
deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini sebanyak 235 pasien beserta
pendapingnya, dengan sampel 148 responden yang dipilih menggunakan teknik purpovive sampling. Instrumen
penelitian menggunakan kuesioner Caregiver Burden Scale, Diabetes Management Self-Efficacy Scale, dan
Modifikasi Morisky Medication Scale 8. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman Rank dan
Regresi Linear Berganda. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara beban keluarga dengan
kepatuhan lansia (p-value = 0,018; r = -0,194) serta hubungan antara efikasi diri dengan kepatuhan lansia (p-
value = 0,0001; r = 0,269). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa beban keluarga dan efikasi diri
berhubungan signifikan dengan kepatuhan lansia. Namun dilihat dari nilai koefisien korelasi, efikasi diri
merupakan faktor yang lebih dominan dibandingkan beban keluarga dalam memengaruhi kepatuhan lansia. Oleh
karena itu, diperlukan pemberian edukasi kepada keluarga dan lansia oleh petugas kesehatan untuk
meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kepercayaan diri dalam pengelolaan diabetes guna meningkatkan
kepatuhan menjalani terapi.




