Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Pasien Pre Anestesi Dengan General Anestesi Di RSUD Dr Haryoto Lumajang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1074Keywords:
Kecemasan, Tekanan Darah, Pre Anestesi, General Anestesi, APAISAbstract
Kecemasan pre anestesi merupakan masalah yang sering terjadi pada pasien yang akan menjalani operasi dengan general anestesi dan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre anestesi dengan general anestesi di RSUD dr Haryoto Lumajang. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional analitik observasional. Sampel sebanyak 138 pasien pre anestesi dengan general anestesi di RSUD dr Haryoto Lumajang pada bulan April-Mei 2026 yang dipilih menggunakan consecutive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS) dan tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (48,6%) dan berat (44,2%). Sebanyak 128 responden (92,8%) mengalami peningkatan tekanan darah. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = <0,001 (p<0,05) dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 109,132. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecemasan dengan peningkatan tekanan darah pada pasien pre anestesi dengan general anestesi. Semakin tinggi tingkat kecemasan, semakin besar kecenderungan terjadinya peningkatan tekanan darah.




