Hubungan Riwayat Sectio Caesarea Sebelumnya Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Sectio Caesarea Dengan Anestesi Spinal Di RSD Kalisat
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1079Keywords:
Sectio Caesarea, Anestesi Spinal, Kecemasan, Riwayat Operasi, APAISAbstract
Angka persalinan melalui Sectio Caesarea (SC) terus meningkat secara global, termasuk di Indonesia. Anestesi
spinal merupakan teknik anestesi yang paling sering digunakan pada operasi SC karena efektif dan aman, namun
pasien tetap sadar selama prosedur sehingga dapat menimbulkan kecemasan. Kecemasan praoperatif dapat
mempengaruhi kondisi fisiologis pasien dan luaran klinis. Riwayat SC sebelumnya diduga menjadi faktor yang
mempengaruhi tingkat kecemasan pasien. Mengetahui hubungan riwayat SC sebelumnya dengan tingkat
kecemasan pada pasien SC dengan anestesi spinal di RSD Kalisat. Penelitian kuantitatif analitik observasional
dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 50 pasien SC elektif dengan anestesi spinal yang diambil
menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner APAIS (Amsterdam
Preoperative Anxiety and Information Scale) untuk mengukur kecemasan dan lembar observasi untuk riwayat
SC. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Sebagian besar responden berusia 26-35 tahun (56,0%),
berpendidikan SMP (48,0%), dan primigravida (52,0%). Responden tanpa riwayat SC sebelumnya sebagian
besar mengalami kecemasan berat (60,0%), sedangkan responden dengan riwayat SC sebelumnya sebagian besar
mengalami kecemasan ringan (55,0%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05).
Terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat SC sebelumnya dengan tingkat kecemasan pada pasien SC
dengan anestesi spinal. Pasien yang memiliki pengalaman SC sebelumnya cenderung mengalami tingkat
kecemasan yang lebih ringan.




