Hubungan Tingkat Stres Terhadap Ketidakteraturan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswi Di ITSK RS Dr Soepraoen Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1080Keywords:
stres, siklus menstruasi, mahasiswi, kesehatan reproduksiAbstract
Menstruasi merupakan proses fisiologis pada perempuan usia reproduksi yang dipengaruhi oleh keseimbangan hormon, sedangkan ketidakteraturan siklus menstruasi masih sering terjadi pada mahasiswi dan dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis, terutama tingkat stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi Program Studi Keperawatan ITSK RS dr. Soepraoen Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan metode analitik korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 45 mahasiswi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner DASS-21 bagian stres untuk mengukur tingkat stres dan kuesioner siklus menstruasi untuk menilai keteraturan siklus menstruasi. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden mengalami stres sedang (31,1%) dan sebagian besar memiliki siklus menstruasi teratur (55,6%). Hasil uji menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi dengan nilai p-value = 0,001 dan koefisien korelasi r = 0,611 yang menunjukkan hubungan kuat dan positif, sehingga semakin tinggi tingkat stres maka semakin tinggi kejadian ketidakteraturan siklus menstruasi. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan ketidakteraturan siklus menstruasi pada mahasiswi sehingga diperlukan upaya pengelolaan stres untuk menjaga kesehatan reproduksi.




