Pengaruh Kombinasi Pijat Effleurage Dan Herbal Compress Ball Terhadap Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Di Klinik Kusuma Samarinda
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1090Keywords:
Herbal Compress Ball, Ibu Hamil Trimester III, Nyeri Punggung, Pijat EffleurageAbstract
Nyeri punggung merupakan salah satu ketidaknyamanan yang sering dialami ibu hamil trimester III akibat perubahan fisiologis selama kehamilan. Keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari ibu hamil. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung adalah kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball, yang bekerja melalui mekanisme relaksasi otot, peningkatan sirkulasi darah, serta stimulasi pelepasan endorfin. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball terhadap intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Kusuma Samarinda. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental pretest-posttest with control group design. Sampel berjumlah 48 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling, terdiri dari 24 kelompok intervensi dan 24 kelompok kontrol. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Rata-rata intensitas nyeri pada kelompok intervensi menurun dari 3,42 sebelum intervensi menjadi 2,67 setelah diberikan kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan terdapat penurunan nyeri yang signifikan pada kelompok intervensi (p = < 0,000), sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat perubahan yang signifikan (p = 0,083). Hasil uji Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol (p = <0,000), sehingga kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball lebih efektif menurunkan nyeri punggung dibandingkan edukasi menggunakan leaflet. Kombinasi pijat effleurage dan herbal compress ball berpengaruh signifikan terhadap penurunan intensitas nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Klinik Kusuma Samarinda dan dapat dijadikan sebagai terapi komplementer nonfarmakologis dalam pelayanan antenatal.




