Persepsi Lansia Laki-Laki Terhadap Rendahnya Partisipasi Pada Program Posyandu Lansia Di Desa Ngombakan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1101Keywords:
Lansia, Persepsi, Posyandu LansiaAbstract
Posyandu Lansia merupakan salah satu upaya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat yang bertujuan
meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup lanjut usia melalui pelayanan promotif dan preventif.
Namun, partisipasi lansia laki-laki dalam kegiatan Posyandu Lansia masih tergolong rendah sehingga
berpotensi menghambat deteksi dini masalah kesehatan dan upaya pencegahan penyakit. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan memahami persepsi lansia laki-laki terhadap rendahnya partisipasi pada
Program Posyandu Lansia di Desa Ngombakan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan
desain fenomenologi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling dan melibatkan empat
lansia laki-laki yang kurang aktif mengikuti Posyandu Lansia. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode Colaizzi
dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member checking. Hasil
penelitian menunjukkan empat tema utama yang memengaruhi rendahnya partisipasi lansia laki-laki,
yaitu kesibukan pekerjaan, kurangnya informasi mengenai kegiatan Posyandu Lansia, rendahnya
motivasi yang dipengaruhi oleh terbatasnya dukungan keluarga, serta waktu pelaksanaan Posyandu yang
tidak sesuai dengan aktivitas lansia. Faktor pekerjaan dan ketidaksesuaian waktu pelaksanaan menjadi
hambatan yang paling dominan. Disimpulkan bahwa rendahnya partisipasi lansia laki-laki dipengaruhi
oleh berbagai faktor yang saling berkaitan. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan sosialisasi,
keterlibatan keluarga, serta penyesuaian jadwal pelaksanaan Posyandu agar partisipasi lansia laki-laki
dapat meningkat.




