Hubungan Perilaku Picky Eater Dengan Status Gizi Pada Anak Usia Prasekolah Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1113Keywords:
Picky Eater, Status Gizi, Anak Usia Prasekolah, BB/U, PosyanduAbstract
Perilaku picky eater merupakan salah satu permasalahan makan yang sering terjadi pada anak usia prasekolah dan dapat berdampak pada kecukupan asupan zat gizi serta status gizi anak. Masa prasekolah merupakan periode penting dalam pertumbuhan dan perkembangan, sehingga gangguan perilaku makan berpotensi menimbulkan masalah gizi apabila tidak ditangani dengan tepat. Studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta menunjukkan masih ditemukannya anak dengan status gizi bermasalah serta variasi perilaku makan, termasuk kecenderungan picky eater. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara perilaku picky eater dengan status gizi pada anak usia prasekolah di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Jetis II Bantul Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh anak usia prasekolah (3–5 tahun) yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan Posyandu sebanyak 451 anak, dengan jumlah sampel 82 anak yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Perilaku picky eater diukur menggunakan Child Eating Behaviour Questionnaire (CEBQ), sedangkan status gizi anak ditentukan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U) menggunakan nilai z-score. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar anak termasuk dalam kategori picky eater (54,9%) dan mayoritas memiliki status gizi normal (72%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,004 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku picky eater dengan status gizi anak usia prasekolah. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam upaya pemantauan dan pengelolaan perilaku makan anak untuk mencegah masalah gizi serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.




