Hubungan Mean Arterial Pressure (MAP) Dan Body Mass Index (BMI) Dengan Risiko Preeklampsia Pada Ibu Hamil
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1126Keywords:
Body Mass Index, Ibu Hamil, Mean Arterial Pressure, Preeklampsia, Skrining RisikoAbstract
Preeklampsia merupakan komplikasi hipertensi dalam kehamilan yang berkontribusi terhadap morbiditas dan mortalitas maternal-perinatal. Mean Arterial Pressure (MAP) dan Body Mass Index (BMI) dapat digunakan sebagai indikator sederhana dalam skrining risiko. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan MAP dan BMI dengan risiko preeklampsia pada ibu hamil. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 45 ibu hamil di Puskesmas Pagelaran. BMI dihitung dari berat badan dibagi kuadrat tinggi badan dan dikategorikan normal (<25 kg/m²) serta berlebih (≥25 kg/m²). MAP dihitung dengan rumus (tekanan sistolik + 2 × tekanan diastolik)/3 dan dikategorikan normal (<90 mmHg) serta tinggi (≥90 mmHg). Analisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 5%. Sebanyak 22,2% responden tercatat berisiko preeklampsia, 42,2% memiliki BMI berlebih, dan 68,9% memiliki MAP tinggi. Proporsi risiko preeklampsia lebih besar pada kelompok BMI berlebih (31,6%) dibandingkan BMI normal (15,4%), namun hubungan tersebut tidak signifikan (χ²=1,666; p=0,197). Seluruh responden berisiko preeklampsia berada pada kelompok MAP tinggi; terdapat hubungan bermakna antara MAP dan risiko preeklampsia (χ²=5,806; p=0,016; Fisher exact p=0,019). MAP berhubungan dengan risiko preeklampsia, sedangkan BMI belum menunjukkan hubungan statistik pada sampel ini. Pengukuran MAP perlu diperkuat dalam pelayanan antenatal, dengan BMI digunakan sebagai bagian dari penilaian risiko komprehensif.




