Hubungan Prematuritas Dengan Kejadian Distres Napas Pada Neonatus Di Ruang Inrit RSUD Ulin Banjarmasin

Authors

  • Riana Rahmawati Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Nelly Mariati Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Izma Daud Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Rr. Sri Nuriaty Masdiputri Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1134

Keywords:

Prematuritas, Distres Napas, Neonatus, Respiratory Distress

Abstract

Distres napas merupakan salah satu gangguan respirasi yang sering terjadi pada neonatus dan dapat meningkatkan morbiditas serta mortalitas neonatal. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kejadian distres napas adalah prematuritas. Neonatus prematur memiliki tingkat kematangan organ yang belum optimal, terutama paru-paru, sehingga lebih rentan mengalami gangguan adaptasi respirasi setelah lahir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus di Ruang INRIT RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel penelitian berjumlah 173 neonatus yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data diperoleh dari data sekunder berupa register dan rekam medis neonatus. Analisis data dilakukan secara univariat menggunakan distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 173 neonatus, sebanyak 86 neonatus (49,7%) lahir prematur dan 87 neonatus (50,3%) tidak prematur. Sebanyak 68 neonatus (39,3%) mengalami distres napas dan 105 neonatus (60,7%) tidak mengalami distres napas. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus dengan nilai p<0,001. Hasil analisis juga menunjukkan nilai Odds Ratio (OR) sebesar 8,799 dengan 95% CI: 4,284–18,075, yang menunjukkan bahwa neonatus prematur memiliki peluang sekitar 8,8 kali lebih besar mengalami distres napas dibandingkan neonatus yang tidak prematur. Secara fisiologis, tingginya kejadian distres napas pada neonatus prematur berkaitan dengan ketidakmatangan struktur dan fungsi paru serta produksi surfaktan yang belum optimal. Kondisi tersebut dapat menyebabkan peningkatan tegangan permukaan alveolus, kecenderungan kolaps alveolus, dan gangguan pertukaran gas sehingga meningkatkan risiko terjadinya distres napas. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara prematuritas dengan kejadian distres napas pada neonatus di Ruang INRIT RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2026. Prematuritas merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan dalam deteksi dini dan pemantauan gangguan respirasi pada neonatus.

Published

2026-08-04

How to Cite

Rahmawati, R., Mariati, N., Daud, I., & Masdiputri, R. S. N. (2026). Hubungan Prematuritas Dengan Kejadian Distres Napas Pada Neonatus Di Ruang Inrit RSUD Ulin Banjarmasin. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1325–1334. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1134

Issue

Section

Articles