Hubungan Status Fisik ASA (American Society Of Anesthesiologists) Dengan Proses Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Pasien Post Laparatomi Di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1136Keywords:
Status Fisik ASA, Penyembuhan Luka Fase Proliferasi, LaparatomiAbstract
Penyembuhan luka pasca operasi laparatomi merupakan proses kompleks yang dipengaruhi oleh kondisi fisiologis dan status kesehatan pasien. Status fisik ASA (American Society of Anesthesiologists) digunakan secara klinis untuk menilai tingkat risiko perioperatif berdasarkan kondisi sistemik pasien, sehingga berpotensi berkaitan dengan kualitas penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara status fisik ASA dengan proses penyembuhan luka fase proliferasi pada pasien post laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional dan analisis bivariat korelasi Spearman Rank dengan populasi 53 responden yang diambil menggunakan Teknik purposive sampling. Sebagian besar pasien memiliki status fisik ASA I, dan sebagian besar penyembuhan luka berada pada kategori sangat baik. Hasil uji Spearman Rank memperoleh nilai p-value = 0,000 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi 0,760. Terdapat hubungan yang bermakna antara status fisik ASA dengan proses penyembuhan luka fase proliferasi pasien post laparatomi di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi. Hal ini menunjukkan bahwa semakin rendah status fisik ASA, semakin baik proses penyembuhan luka yang dialami pasien.




