Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Berulang Di RSUD Kotamobagu Sulawesi Utara

Authors

  • Siti Masita Doka ITSK RS Dr. Soepraoen Malang
  • Musthika Wida Mashitah ITSK RS Dr. Soepraoen Malang

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1144

Keywords:

hipertensi, stroke, stroke berulang, faktor risiko, SIMRS

Abstract

Hipertensi merupakan faktor risiko utama stroke dan berperan penting dalam meningkatkan risiko terjadinya stroke berulang. Stroke berulang memiliki dampak yang lebih buruk dibandingkan serangan pertama karena meningkatkan angka kecacatan, mortalitas, dan beban pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan hipertensi dengan kejadian stroke berulang pada pasien stroke di RSUD Kotamobagu. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Data sekunder diperoleh dari Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terhadap 83 pasien stroke rawat inap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan karakteristik responden, sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar pasien memiliki riwayat hipertensi (85,5%), sedangkan 49,4% mengalami stroke berulang. Pasien dengan riwayat hipertensi lebih banyak mengalami stroke berulang (56,3%) dibandingkan pasien tanpa riwayat hipertensi (8,3%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara hipertensi dengan kejadian stroke berulang (p=0,002). Pengendalian tekanan darah secara optimal perlu menjadi prioritas dalam pencegahan sekunder stroke untuk menurunkan risiko kekambuhan.

Published

2026-08-18

How to Cite

Doka, S. M., & Mashitah, M. W. (2026). Hubungan Hipertensi Dengan Kejadian Stroke Berulang Di RSUD Kotamobagu Sulawesi Utara . Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 2341–2347. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1144

Issue

Section

Articles