Hubungan Pemakaian KB Suntik 3 Bulan Dengan Kejadian Kenaikan Berat Badan Dan Frigiditas Di TPMB Siti Munawaroh Mojo Kabupaten Kediri
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1161Keywords:
KB Suntik 3 Bulan, DMPA, Berat Badan , Fridigitas , AkseptorAbstract
KB suntik 3 bulan atau Depot Medroksi Progesteron Asetat (DMPA) merupakan metode kontrasepsi
hormonal yang paling banyak digunakan di Indonesia, namun sering dikaitkan dengan keluhan
kenaikan berat badan dan gangguan fungsi seksual (frigiditas) pada akseptor. Penelitian ini bertujuan
menganalisis hubungan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kejadian kenaikan berat
badan dan frigiditas pada akseptor di TPMB Bidan Siti Munawaroh Mojo Kabupaten Kediri.
Penelitian kuantitatif dengan desain analitik observasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel
berjumlah 60 responden diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan
melalui kuesioner Female Sexual Function Index (FSFI) dan kartu KB, dianalisis menggunakan uji
Chi-Square. Sebagian besar akseptor menggunakan KB suntik 3 bulan selama >1 tahun (66,6%),
mengalami kenaikan berat badan (53%), dan mengalami frigiditas (63%). Uji Chi-Square
menunjukkan hubungan signifikan antara lama pemakaian dengan kenaikan berat badan (p=0,010) dan
dengan frigiditas (p=0,008). Semakin lama pemakaian DMPA, semakin tinggi akumulasi paparan
progestin yang menekan estrogen dan androgen, sehingga memicu perubahan metabolik berupa
kenaikan berat badan sekaligus penurunan fungsi seksual secara bersamaan. Terdapat hubungan
signifikan antara lama pemakaian KB suntik 3 bulan dengan kenaikan berat badan dan frigiditas,
sehingga diperlukan konseling dan pemantauan berkala pada akseptor jangka panjang.




