Pengaruh Edukasi Media Video Terhadap Pengetahuan Tanda Bahaya Ibu Hamil Dalam Menghadapi Persalinan Di Puskesmas Pekauman
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1166Keywords:
Balita, PMT, Status Gizi, Z-score BB/TB, Z-score BB/UAbstract
Kehamilan dan persalinan dapat berkembang menjadi kondisi patologis apabila terjadi komplikasi dan tidak
ditangani dengan tepat. Keterlambatan mengenali tanda bahaya kehamilan dapat meningkatkan risiko komplikasi
pada ibu dan janin. Studi pendahuluan di Puskesmas Pekauman Banjarmasin menunjukkan bahwa 7 dari 10 ibu
hamil memiliki pemahaman yang belum lengkap mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian bertujuan
mengetahui pengaruh edukasi berbasis video terhadap pengetahuan mengenai tanda bahaya kehamilan dalam
persiapan persalinan. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain pra-eksperimen One Group Pretest–Posttest
tanpa kelompok kontrol. Sampel minimal 15 responden dipilih dengan teknik accidental sampling. Data
dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test untuk mengetahui perbedaan pengetahuan sebelum dan
sesudah intervensi. Hasil menunjukkan sebagian besar responden berusia 20–35 tahun (86,6%), berpendidikan
menengah (53,3%), dan tidak bekerja (93%). Sebelum intervensi, sebagian besar responden memiliki
pengetahuan kurang (93,3%), sedangkan setelah edukasi video seluruh responden memiliki pengetahuan baik
(100%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan peningkatan pengetahuan pada seluruh responden, dengan nilai Z = -
3,436 dan p = 0,001 (α < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan edukasi berbasis video terhadap
pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan. Penelitian ini menunjukkan edukasi berbasis video
efektif meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan dapat digunakan sebagai
metode edukasi dalam pelayanan kesehatan maternal.




