Hubungan Usia Ibu Dengan Kejadian Hipertensi Dalam Kehamilan Di Wilayah Kerja Puskesmas Sungai Andai Kota Banjarmasin
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1176Keywords:
usia, hipertensi, kehamilanAbstract
Hipertensi yang timbul selama masa kehamilan merupakan salah satu komplikasi obstetri yang turut menyumbang tingginya angka kesakitan dan kematian pada ibu. Usia ibu merupakan salah satu faktor penentu yang cukup berpengaruh, di mana kehamilan pada usia kurang dari 20 tahun ataupun lebih dari 35 tahun berpotensi memicu risiko hipertensi yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan yang terjadi pada usia reproduksi optimal (20–35 tahun). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan antara usia ibu dan timbulnya hipertensi dalam kehamilan pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Andai, Kota Banjarmasin. Desain yang dimanfaatkan berupa penelitian kuantitatif dengan pendekatan observasional analitik secara retrospektif, memanfaatkan data rekam medis ibu hamil pada rentang Oktober 2025 hingga Juni 2026. Sejumlah 105 responden dilibatkan melalui teknik total sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Analisis data terdiri atas uji univariat dan uji korelasi Spearman rho dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil memperlihatkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori usia reproduksi sehat (83,8%), sementara sebagian besar dari keseluruhan responden mengalami hipertensi selama kehamilan (59,0%). Angka kejadian hipertensi tercatat lebih tinggi pada kelompok usia berisiko (94,1%) dibandingkan kelompok usia sehat (52,3%). Uji Spearman rho menunjukkan adanya keterkaitan yang bermakna antara usia ibu dan kejadian hipertensi dalam kehamilan (r = 0,313; p = 0,001), dengan arah hubungan positif serta kekuatan hubungan yang tergolong lemah sampai sedang. Dengan demikian, usia ibu terbukti berkaitan dengan timbulnya hipertensi dalam kehamilan, sehingga program skrining dan deteksi dini penting digalakkan, terutama bagi kelompok usia berisiko.




