Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Kualitas Tidur Pada Pasien Ansietas Di Poli Jiwa RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1195Keywords:
Tingkat kecemasan, kualitas tidur, pasien ansietas.Abstract
Kecemasan merupakan gangguan psikologis. Individu yang mengalami kecemasan cenderung
mengalami kesulitan tidur. Kondisi tersebut dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari dan
kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan
dengan kualitas tidur pada pasien ansietas di Poli Jiwa RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota
Gorontalo. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross
sectional. Jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Zung Self Rating Anxiety Scale (ZRAS) untuk
mengukur tingkat kecemasan dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas
tidur. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang sebanyak
73 responden (78,5%) dan memiliki kualitas tidur buruk sebanyak 84 responden (90,3%). Hasil uji
Spearman Rank diperoleh nilai p-value = 0,001 (p < 0,05) dengan nilai koefisien korelasi r =
0,341 yang menunjukkan adanya hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada
pasien ansietas di Poli Jiwa RSUD Prof. Dr. Aloei Saboe Kota Gorontalo. Hubungan tersebut
bersifat positif, yang berarti semakin tinggi tingkat kecemasan maka semakin buruk kualitas tidur
pasien. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara tingkat kecemasan
dengan kualitas tidur pada pasien ansietas.




