Hubungan Penggunaan Media Sosial Tiktok Dengan Kejadian Kecemasan Sosial Pada Mahasiswa Keperawatan Semester II STIKES Maharani Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1198Keywords:
TikTok, media sosial, kecemasan sosial, mahasiswa keperawatanAbstract
Maraknya penggunaan media sosial TikTok di kalangan mahasiswa berpotensi memicu kecemasan sosial akibat perbandingan sosial dan tekanan untuk tampil ideal di dunia maya, sementara studi pendahuluan pada mahasiswa keperawatan semester II STIKes Maharani Malang menunjukkan seluruh responden aktif menggunakan TikTok dan sebagian melaporkan gejala kecemasan sosial seperti menghindari presentasi dan takut dinilai negatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan media sosial TikTok dengan kejadian kecemasan sosial pada mahasiswa keperawatan semester II STIKes Maharani Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional pada 69 responden yang dipilih melalui teknik proportionate stratified random sampling, dengan data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan media sosial TikTok dan Social Anxiety Scale for Adolescents (SAS-A), lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden (82,6%) menggunakan media sosial TikTok pada kategori sedang dan lebih dari separuh responden (52,2%) mengalami kecemasan sosial tinggi, dengan hasil uji statistik menunjukkan p = 0,009 (p < 0,05) dan koefisien korelasi r = 0,310 yang menandakan hubungan positif dengan kekuatan lemah antara kedua variabel. Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi penggunaan media sosial TikTok, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa mengalami kecemasan sosial, sehingga diperlukan edukasi kesehatan mental dan kebijaksanaan dalam penggunaan media sosial di lingkungan pendidikan keperawatan untuk mencegah dampak psikologis yang lebih luas.




