Hubungan Pengetahuan Gizi dengan Kejadian Obesitas pada Siswa di SMP Negeri 1 Godean
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1205Keywords:
Pengetahuan Gizi, ObesitasAbstract
Latar Belakang: Statistik Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa 16,0% remaja Indonesia berusia 13 hingga 15 tahun mengalami obesitas. Kabupaten Sleman merupakan salah satu daerah di Provinsi Yogyakarta yang angka kejadian obesitasnya masih tinggi, yaitu 4,9%, dengan peningkatan sebesar 0,22% di kalangan siswa SMP. Konsumsi makanan remaja dapat dipengaruhi oleh kurangnya pemahaman gizi. Kesadaran gizi yang tidak memadai dan pilihan makanan yang buruk dapat mengakibatkan masalah gizi yang berdampak pada status gizi, seperti obesitas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi dengan kejadian obesitas di SMP Negeri 1 Godean. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dan pendekatan analitik observasional. Obesitas merupakan variabel dependen, sedangkan pengetahuan gizi merupakan variabel independen. Sampel terdiri dari 42 responden yang dipilih dengan metode pemilihan acak sederhana. Alat yang digunakan meliputi timbangan berat badan, stadiometer, dan kuesioner pengetahuan gizi tentang obesitas. Uji Fisher exact digunakan dalam analisis data. Hasil: Sebanyak 33 siswa, yang terdiri dari 27 siswa tidak obesitas (81,8%) dan 6 siswa obesitas (18,2%), menunjukkan pengetahuan yang tinggi. Sembilan siswa, delapan di antaranya tidak obesitas (88,9%) dan satu di antaranya obesitas (11,1%), termasuk responden dengan pengetahuan yang memadai. Menurut temuan studi yang dilakukan pada siswa SMP Negeri 1 Godean, tidak ada korelasi signifikan (p = 1,000) antara kejadian obesitas dan pengetahuan gizi. Kesimpulan: Kami menemukan bahwa tidak ada hubungan antara prevalensi obesitas dan pemahaman gizi di kalangan siswa SMP Negeri 1 Godean.




