Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pre Anestesi Dengan Teknik Anestesi Spinal
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1210Keywords:
Anestesi Spinal, Dukungan Keluarga, Kecemasan preanestesi, Keperawatan Perioperatif, APAISAbstract
Kecemasan preanestesi merupakan masalah psikologis yang sering dialami pasien sebelum menjalani
pembedahan dan dapat memengaruhi keberhasilan tindakan anestesi serta proses pemulihan.
Dukungan keluarga berperan sebagai salah satu faktor yang dapat membantu menurunkan tingkat
kecemasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara dukungan keluarga dengan
tingkat kecemasan pada pasien preanestesi yang menjalani pembedahan menggunakan teknik anestesi
spinal di RSUD Sekarwangi. Penelitian menggunakan desain non-eksperimental dengan pendekatan
korelasional dan rancangan cross-sectional. Sampel berjumlah 39 responden yang dipilih
menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan
Amsterdam Preoperative Anxiety and Information Scale (APAIS), kemudian dianalisis secara
univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas
responden memperoleh dukungan keluarga yang baik (79,5%) dan mengalami kecemasan ringan
(87,2%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara dukungan keluarga
dengan tingkat kecemasan pasien preanestesi (p = 0,000), di mana semakin baik dukungan keluarga
yang diterima, semakin rendah tingkat kecemasan pasien. Kebaruan penelitian ini terletak pada
penggunaan instrumen APAIS untuk mengkaji kecemasan spesifik terkait anestesi spinal serta analisis
dukungan keluarga sebagai intervensi psikososial nonfarmakologis dalam pelayanan keperawatan
perioperatif. Temuan ini menunjukkan bahwa keterlibatan keluarga perlu dioptimalkan sebagai bagian
dari pelayanan preoperatif untuk meningkatkan kesiapan psikologis dan menurunkan kecemasan
pasien.




