Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Balita Gizi Kurang Di Desa Kadipaten Andong

Authors

  • Ika Pratamawati STIKES Estu Utomo
  • Triani Yuliastanti STIKES Estu Utomo
  • Titik Wijayanti STIKES Estu Utomo

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1218

Keywords:

Bayi Baru Lahir, Status Gizi, Balita

Abstract

Berat badan lahir merupakan faktor risiko penting yang memengaruhi gizi balita, dengan 32 balita gizi kurang di Desa Kadipaten, Andong, pada 2025 yang menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama 28 hari.Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan berat badan lahir dengan kejadian balita gizi kurang di Desa Kadipaten, Andong. Penelitian kuantitatif analitik ini menggunakan desain case-control secara retrospektif pada 492 populasi balita Januari–Desember 2025, dengan sampel 32 balita gizi kurang dan 32 balita normal yang dianalisis pakai uji chi-square guna mengetahui hubungan berat badan lahir terhadap gizi kurang. Hasil penelitian Sebagian besar berat bayi lahir di Desa Kadipaten, Andong tergolong normal (81,3%), dengan proporsi ibu berstatus gizi kurang dan normal yang seimbang masing-masing 50%. Terdapat hubungan bermakna antara berat badan lahir dan kejadian gizi kurang pada balita (\(p = 0,010\)), sehingga ibu disarankan memperhatikan pemenuhan gizi sejak hamil guna mencegah masalah gizi anak.

Published

2026-08-10

How to Cite

Pratamawati, I., Yuliastanti , T., & Wijayanti, T. (2026). Hubungan Berat Badan Lahir Dengan Kejadian Balita Gizi Kurang Di Desa Kadipaten Andong. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1671–1674. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1218

Issue

Section

Articles