Pengaruh Inovasi Media Edukasi Berbasis Mobile Learning Terhadap Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi Pada Tenaga Pengajar Di TK ABA Kecamatan Piyungan
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1230Keywords:
Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, Mobile Learning, Tenaga Pengajar TKAbstract
Latar Belakang: Kecamatan Piyungan merupakan wilayah rawan gempa bumi di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Fenomena rendahnya kesiapsiagaan guru TK terhadap bencana telah dibuktikan oleh beberapa penelitian, di antaranya Solfiah et al. (2019) yang menemukan bahwa tingkat kesiapsiagaan guru TK hanya mencapai 30,26% dengan kategori kurang. Hal ini diperkuat oleh Lee et al. (2023) yang melaporkan skor kesiapsiagaan guru PAUD berada pada kategori sedang dengan rata-rata 61,0 dari 100, serta Kawasaki et al. (2022) yang menyatakan bahwa 62,3% sekolah belum siap dijadikan tempat evakuasi saat bencana. Tujuan: Mengetahui pengaruh inovasi media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 35 responden yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner kesiapsiagaan bencana gempa bumi dengan 30 butir pernyataan berskala Likert. Analisis data menggunakan Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar responden berada pada kategori Hampir Siap dan tidak ada yang mencapai kategori Siap maupun Sangat Siap. Setelah intervensi, mayoritas responden meningkat ke kategori Sangat Siap (57,1%), dengan kategori paling sedikit adalah Hampir Siap (11,4%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,596 dengan nilai p = 0,001 (p < 0,05). Simpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan media edukasi berbasis Mobile learning terhadap kesiapsiagaan bencana gempa bumi pada tenaga pengajar di TK ABA Kecamatan Piyungan. Saran: Tenaga pengajar diharapkan memanfaatkan Mobile learning secara berkelanjutan, lembaga pendidikan dan pemerintah daerah disarankan mengintegrasikannya dalam program pelatihan formal, serta peneliti selanjutnya disarankan menggunakan desain dengan kelompok kontrol.
Kata Kunci: Gempa Bumi, Kesiapsiagaan Bencana, Mobile learning, Tenaga Pengajar TK
Daftar Pustaka: 69 pustaka (2018–2026)




