Pengalaman Anak Usia Sekolah Dasar dalam Menghadapi Menarche Dini tentang Respon Fisik, Psikologis, dan Sosial
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1234Keywords:
Anak Usia Sekolah Dasar, Menarche Dini, Respon Fisik, Respon Psikologis, Respon SosialAbstract
Latar Belakang: Menarche dini yang dialami oleh anak usia sekolah dasar memunculkan tantangan adaptasi yang kompleks akibat ketidakseimbangan antara kematangan fungsi reproduksi biologis dengan kesiapan kognitif serta emosional anak. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam pengalaman anak perempuan usia sekolah dasar (9–10 tahun) dalam menghadapi Menarche dini ditinjau dari aspek respon fisik, psikologis, dan sosial. Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi deskriptif ini melibatkan 10 partisipan siswi SDN Mekarjaya 7 Kota Depok yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam (in–depth interview ) berpedoman dan catatan lapangan. Analisis data menerapkan metode Colaizzi dan John W. Creswell. Triangulasi sumber dilakukan kepada orang tua dan guru untuk menjamin kredibilitas data. Hasil: Penelitian mengidentifikasi tiga tema utama: (1) Respon fisik, meliputi munculnya dismenore primer (kram abdomen melilit), gejala sistemik (pusing, pegal ekstremitas, lemas), sensasi mengganjal saat menggunakan pembalut, serta koping fisik sederhana berupa kompres air hangat; (2) Respon psikologis dan emosional, ditandai oleh reaksi afektif awal (syok, kaget, bingung), distres emosional (menangis), dan ketidakstabilan suasana hati (Mood Swing/marah); (3) Respon sosial, mencakup pentingnya bimbingan edukasi kebersihan menstruasi berbasis keluarga (ibu/kakak), reaksi keterkejutan teman sebaya, keterbukaan status haid akibat pembatasan ibadah di sekolah, serta munculnya perasaan terasing akibat terbatasnya aktivitas bermain. Kesimpulan: Menarche dini menimbulkan dampak holistik biopsikososial yang memerlukan mekanisme pendampingan yang peka dan terintegrasi dari lingkungan keluarga serta ekosistem sekolah.




