Pengaruh Terapi Bermain Tradisional Congklak Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Pada Pasien Anak Di RSUD Kanjuruhan Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1238Keywords:
Terapi Bermain, CongklakAbstract
Latar Belakang: Kecemasan pre operasi sering dialami oleh anak akibat rasa takut terhadap tindakan pembedahan dan lingkungan rumah sakit yang asing. Kondisi ini dapat menghambat kerja sama anak selama prosedur medis. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah terapi bermain tradisional congklak yang menyenangkan dan mudah dilakukan. Tujuan Penelitian: Mengetahui pengaruh terapi bermain tradisional congklak terhadap tingkat kecemasan pre operasi pada pasien anak di RSUD Kanjuruhan Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel terdiri dari 54 anak dengan usia 6–12 tahun yang akan menjalani operasi, terdiri dari 27 anak kelompok perlakuan dan 27 anak kelompok kontrol, dipilih dengan purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu modified Yale Preoperative Anxiety Scale (mYPAS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dan Mann–Whitney Test. Hasil Penelitian: Terdapat penurunan tingkat kecemasan yang signifikan pada kelompok perlakuan setelah diberikan terapi bermain congklak dengan nilai p = 0,001, sedangkan pada kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan p = 0,871. Hasil uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan signifikan tingkat kecemasan antar kelompok dengan nilai p = 0,001. Kesimpulan: Terapi bermain tradisional congklak berpengaruh signifikan dalam menurunkan tingkat kecemasan pre operasi pada anak. Aktivitas bermain ini dapat membantu anak merasa lebih tenang dan nyaman sebelum menjalani tindakan pembedahan.




