Pengaruh Permainan Tradisional Lompat Tali Terhadap Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah Di RA An-Nizhomiyah
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1242Keywords:
Permainan Tradisional, Lompat Tali, Motorik Kasar, Anak PrasekolahAbstract
Rendahnya tingkat aktivitas fisik anak pada era digital berisiko menghambat pengoptimalan kemampuan motorik kasar usia prasekolah . Aktivitas permainan tradisional lompat tali dapat dimanfaatkan sebagai sarana stimulasi guna mengasah koordinasi serta ketangkasan gerak tubuh anak. Penelitian ini ditujukan untuk mengevaluasi dampak perlakuan permainan tradisional lompat tali terhadap peningkatan kapasitas motorik kasar anak prasekolah di RA An-Nizhomiyah Kota Depok. Pendekatan kuantitatif berdesain pre-experimental (one-group pretest-posttest design) diterapkan dalam studi ini. Sejumlah 30 anak berusia 4–6 tahun ditetapkan sebagai responden penelitian menggunakan teknik total sampling. Intervensi lompat tali diberikan sebanyak lima kali sesi pertemuan. Pengukuran kecakapan motorik kasar dilakukan menggunakan lembar observasi, yang dilanjutkan dengan analisis data memanfaatkan uji Wilcoxon Signed Ranks. Evaluasi pretest mengindikasikan sebagian besar responden berada pada kriteria Baik yakni 21 anak (70%) dan kriteria Sangat Baik sebanyak 2 anak (6,7%). Pasca-intervensi (posttest), capaian kriteria Sangat Baik meningkat signifikan menjadi 24 anak (80%), sedangkan kriteria Baik tersisa 6 anak (20%). Pengujian Wilcoxon menghasilkan skor Z = -4,916 dengan nilai p-value = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan adanya perbedaan yang bermakna antara sebelum dan sesudah perlakuan. Kesimpulannya, pemberian stimulasi melalui permainan tradisional lompat tali terbukti efektif meningkatkan kemampuan motorik kasar anak usia prasekolah. Metode ini relevan diaplikasikan sebagai agenda program luar ruangan secara berkala di sekolah maupun sebagai intervensi keperawatan anak guna mendukung tumbuh kembang yang optimal.




