Hubungan Antara Adverse Childhood Experience Dengan Perilaku Seksual Berisiko Pada Pasien ODHA Di Poliklinik VCT Rumkit TK.II R.W. Mongisidi Manado
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1243Keywords:
Trauma Masa Kecil, Perilaku Seksual Berisiko, Orang dengan HIV/AIDSAbstract
Latar Belakang: Pengalaman Masa Kecil yang Merugikan (Adverse Childhood Experiences/ACEs) telah terbukti memengaruhi kesehatan mental dan memicu adopsi mekanisme koping maladaptif pada masa dewasa. Pada Orang yang Hidup dengan HIV (People Living with HIV/AIDS/PLHIV), riwayat trauma ini seringkali bermanifestasi dalam bentuk perilaku seksual berisiko yang mempersulit upaya untuk memutus rantai penularan dan meningkatkan risiko reinfeksi virus. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara ACEs dan perilaku seksual berisiko pada pasien PLHIV di Poliklinik VCT Rumkit Tk.II R.W Mongisidi. Metode: Desain studi korelatif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi total adalah 236 pasien PLHIV, dengan fokus sampel analisis pada 134 pasien yang aktif menjalani Terapi Antiretroviral (ARV). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur (skrining ACEs dan kuesioner perilaku seksual) dan rekam medis pasien. Analisis bivariat menggunakan Uji Eksak Fisher (α = 0,05). Hasil: Dari 134 pasien ODHA yang menjalani terapi ARV, distribusi kelompok risiko penularan terdiri dari 66 pasien Pria yang Berhubungan Seks dengan Pria (MSM) (49,2%), 54 pasien heteroseksual (40,3%), 7 pasien PMTCT (5,2%), dan 3 pengguna narkoba suntik (2,2%). Hasil skrining menemukan bahwa 15 pasien mengalami trauma masa kanak-kanak, yang semuanya (100%) adalah laki-laki. Distribusi dari 15 pasien ini berada dalam kelompok MSM (9 pasien), heteroseksual (5 pasien), dan pengguna narkoba (1 pasien). Analisis bivariat menunjukkan hubungan yang sangat signifikan antara riwayat trauma masa kanak-kanak pada pasien laki-laki dengan peningkatan perilaku seksual berisiko (nilai p = 0,002). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara riwayat ACEs pada pasien laki-laki dengan perilaku seksual berisiko tinggi pada pasien ODHA yang menjalani terapi ARV di Poliklinik VCT Rumkit Tk.II R.W Mongisidi.




