Hubungan Beban Kerja Dengan Tingkat Stres Pada Anggota Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kota Depok
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1246Keywords:
Beban Kerja, Petugas Pemadam Kebakaran, Stres KerjaAbstract
Profesi pemadam kebakaran merupakan pekerjaan berisiko tinggi (high-risk occupation) yang rentan memicu
stres akibat paparan situasi darurat, tuntutan fisik, dan dinamika operasional. Penelitian ini bertujuan menguji
hubungan antara beban kerja dan tingkat stres pada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota
Depok. Metodologi kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional digunakan pada 120 sampel yang
dipilih melalui simple random sampling berdasarkan kriteria inklusi anggota aktif yang telah mengikuti Diklat
minimal 3 bulan. Pengumpulan data mengaplikasikan instrumen National Aeronautics and Space Administration
Task Load Index (NASA-TLX) dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Hasil analisis univariat menunjukkan
bahwa 50,0% responden memiliki beban kerja tinggi dan 74,2% mengalami stres berat. Uji statistik korelasi
Spearman Rank mengonfirmasi hubungan positif yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres (p-
value < 0,001; p = 0,005) dengan koefisien korelasi sebesar r = 0,348 (kekuatan korelasi rendah hingga sedang).
Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi beban kerja yang dipersepsikan, semakin tinggi pula
kecenderungan tingkat stres pada personel pemadam kebakaran. Menanggapi temuan tersebut, Dinas Pemadam
Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok direkomendasikan untuk melakukan evaluasi rotasi jadwal kerja
secara berkala, mengoptimalkan distribusi tugas, serta menyediakan program intervensi dukungan kesehatan
mental dan manajemen stres secara berkelanjutan.




