Pengaruh Edukasi Mobilisasi Dini Teradap Peningkatan Pengetahuan Dan Pelaksanaan Pada Pasien Post Operasi Fraktur Ekstrimitas Bawah
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1250Keywords:
Edukasi Kesehatan, Mobilisasi Dini, Fraktur, Pengetahuan, Pasien Pasca OperasiAbstract
Fraktur adalah kondisi terputusnya kesinambungan tulang, tidak hanya berupa
retakan atau kerusakan pada korteks saja, tetapi juga dapat menyebabkan kerusakan total
hingga tulang terpisah menjadi beberapa fragmen. Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi
penting pada pasien pasca operasi fraktur untuk mempercepat proses pemulihan, mempertahankan
fungsi muskuloskeletal, serta mencegah terjadinya komplikasi akibat tirah baring. Namun, rendahnya
pengetahuan dan tingginya kecemasan pasien terhadap nyeri sering kali menjadi hambatan dalam
pelaksanaan mobilisasi dini. Oleh karena itu, diperlukan edukasi yang efektif untuk meningkatkan
pengetahuan dan kemampuan pasien dalam melakukan mobilisasi dini.
Tujuan: Mengetahui pengaruh penerapan edukasi mobilisasi dini menggunakan media leaflet yang
dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on) terhadap peningkatan
pengetahuan dan kemampuan mobilisasi dini pada pasien pascaoperasi fraktur.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus (case report) pada satu pasien post operasi
fraktur ekstremitas bawah. Intervensi keperawatan tentang edukasi mobilisasi dini dilakukan selama
tiga hari melalui pemberian edukasi menggunakan leaflet, demonstrasi, dan pendampingan praktik
mobilisasi dini. Tingkat pengetahuan pasien diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test
yang terdiri atas 24 pertanyaan, sedangkan kemampuan mobilisasi dievaluasi melalui observasi selama
pelaksanaan intervensi.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pasien pada setiap hari
pelaksanaan intervensi. Skor pre-test dan post-test pada hari pertama meningkat dari 6 menjadi 10,
hari kedua dari 15 menjadi 19, dan hari ketiga mencapai skor 23 pada pre-test maupun post-test.
Berdasarkan hasil observasi selama pemberian intervensi, pasien menunjukkan peningkatan
kemampuan melakukan mobilisasi dini secara bertahap. Rasa takut pasien untuk melakukan latihan
pergerakan juga berkurang, sehingga pasien menjadi lebih percaya diri dalam melakukan mobilisasi
sesuai dengan tahapan dan kondisi pascaoperasi. Pasien mampu mengikuti setiap tahap latihan
mobilisasi dengan lebih mandiri dan benar setelah mendapatkan edukasi menggunakan media leaflet
yang dikombinasikan dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on).
Kesimpulan: Penerapan edukasi mobilisasi dini menggunakan media leaflet yang dikombinasikan
dengan demonstrasi dan praktik langsung (hands-on) berpengaruh terhadap peningkatan pengetahuan
serta kemampuan pasien dalam melakukan mobilisasi dini pascaoperasi fraktur. Intervensi ini dapat




