Motivasi Lansia Terhadap Penggunaan Gigi Tiruan Di Posyandu Lansia Sekar Arum Gubeng Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1257Keywords:
Lansia, Motivasi, Penggunaan Gigi Tiruan, Kehilangan Gigi, Kesehatan GigiAbstract
Kehilangan gigi merupakan salah satu permasalahan kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami lansia serta
dapat menurunkan fungsi pengunyahan, kemampuan berbicara, estetika, dan kualitas hidup. Meskipun
penggunaan gigi tiruan merupakan upaya rehabilitasi yang efektif, tingkat pemanfaatannya masih rendah. Studi
ini dirancang guna mengkaji pengaruh motivasi lanjut usia terhadap pemanfaatan gigi tiruan di Posyandu Lansia
Sekar Arum, Gubeng, Surabaya. Penelitian ini menerapkan metode analitik observasional dengan pendekatan
cross-sectional. Penentuan sampel melibatkan 54 orang lansia yang direkrut melalui teknik simple random
sampling. Pengumpulan data variabel motivasi dijalankan lewat instrumen kuesioner, sementara status
pemakaian gigi tiruan dipantau memakai lembar checklist. Pengolahan data dieksekusi secara univariat serta
bivariat dengan memanfaatkan uji Chi-Square pada taraf signifikansi 0,05. Temuan riset mengindikasikan bahwa
mayoritas subjek studi mempunyai tingkat motivasi yang rendah, yakni sebesar 61,1%, dan sebagian besar tidak
mengenakan gigi tiruan (83,3%). Lebih lanjut, analisis bivariat membuktikan adanya pengaruh yang bermakna
antara motivasi lansia terhadap keputusan penggunaan gigi tiruan (p = 0,000). Kelompok lansia yang memiliki
motivasi lebih kuat menunjukkan kecenderungan yang lebih tinggi untuk memakai gigi tiruan apabila
dibandingkan dengan mereka yang bermotivasi rendah. Hasil ini menegaskan bahwa motivasi memegang
peranan krusial sebagai determinan perilaku penggunaan gigi tiruan, sehingga intervensi berupa penguatan
motivasi lewat edukasi kesehatan gigi amat diperlukan, penguatan dukungan keluarga, serta peningkatan akses
terhadap pelayanan kesehatan gigi agar pemanfaatan gigi tiruan pada lansia dapat meningkat.




