Hubungan Persepsi Ibu Hamil Tentang Cara Menjaga Kesehatan Gigi Dan Mulut Dengan Kejadian Gingivitis Di Wilayah Puskesmas Tambakrejo Kota Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1258Keywords:
Gingvitis, Ibu Hamil, Persepsi, Health Belief Model, Kesehatan Gigi dan MulutAbstract
Gingivitis diklasifikasikan sebagai salah satu patologi periodontal yang lazim menjangkau wanita hamil akibat
fluktuasi endokrin masa gestasi serta praktik higienitas oral yang belum maksimal. Kendati persepsi maternal
mengenai signifikansi pemeliharaan kesehatan rongga mulut dihipotesiskan memegang kendali terhadap
manifestasi perilaku preventif gingivitis, literatur ilmiah yang mengkaji korelasi kedua variabel tersebut masih
tergolong minim. Investigasi ini diarahkan untuk menguji hubungan antara persepsi ibu hamil tentang
pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut dengan insidensi gingivitis di Puskesmas Tambakrejo, Kota Surabaya.
Pendekatan kuantitatif analitik berdesain cross-sectional diaplikasikan dalam studi ini dengan melibatkan 30
orang subjek ibu hamil yang direkrut melalui teknik consecutive sampling. Pengumpulan data ditempuh via
instrumen kuesioner berbasis Health Belief Model untuk mengukur parameter persepsi, serta asesmen klinis
menggunakan Gingival Index guna mendeteksi status peradangan. Pengolahan data analitis dijalankan melalui
tahapan univariat dan bivariat memanfaatkan uji Chi-Square. Hasil penelaahan menunjukkan bahwa mayoritas
tingkat persepsi responden berada pada kategori cukup (56,67%), sementara manifestasi kasus gingivitis
didominasi oleh derajat peradangan berat (60,00%). Pengujian bivariat mengonfirmasi eksistensi korelasi yang
bermakna secara statistik antara persepsi ibu hamil dan kejadian gingivitis (p = 0,001). Temuan empiris ini
mengindikasikan bahwa kualitas persepsi yang lebih optimal berkorelasi linier dengan reduksi tingkat keparahan
gingivitis, meskipun problem peradangan gusi tersebut tetap dimodulasi oleh faktor hormonal, higienitas oral,
serta determinan perilaku lainnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa eskalasi persepsi lewat intervensi edukasi
kesehatan yang diselaraskan dalam program perawatan antenatal memiliki daya ungkit yang kuat untuk
mengoptimalkan upaya promotif serta preventif dalam menekan prevalensi gingivitis maternal.




