Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut

Authors

  • Helda Maya Sari Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Darmayanti Wulandatika Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Shelly Rodliah Rosyad Universitas Muhammadiyah Banjarmasin
  • Windarti Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1265

Keywords:

BBLR, Preeklamsia, Ibu Hamil, Bayi, Ibu Bersalin

Abstract

Angka Kematian Ibu dan Bayi di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di Asia Tenggara menempati urutan kedua tertinggi di ASEAN sekitar 260.000 pada tahun 2023 dalam hal kematian ibu dan angka kematian bayi tercatat mencapai 16,85 per 1.000 kelahiran hidup di Indonesia. Penyebab kematian ibu hamil umumnya adalah pendarahan dan eklamsia. Sementara, kematian bayi banyak disebabkan oleh Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) atau prematuritas. Preeklamsia itu sendiri dapat mengakibatkan insufisiensi placenta, sedangkan BBLR terjadi ketika bayi lahir dengan berat badan kurang dari 2.500 gram. Berdasarkan data dari RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2022 kasus preeklamsia mencapai 141 orang (13,51%) dari 1043 persalinan sedangkan pada tahun 2023 kasus preeklamsia mencapai 150 orang (16,3%) dari 920 persalinan. Terjadi peningkatan kejadian preeklamsia sebesar 2,79% dari tahun 2022 ke tahun 2023 dan adanya kematian ibu akibat preklamsia pada tahun 2022 sebanyak 2 orang dan pada tahun 2023 sebanyak 1 orang. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan preeklamsia dengan kejadian BBLR RSUD H. Boejasin Pelaihari tahun 2025. Desain penelitian berwujud desain potong lintang yakni (cross sectional study) pendekatan analitik observasional. Cakupan populasi di dalam studi ini sebanyak 940 ibu bersalin sepanjang tahun 2025 yang terekam dalam register dan rekam medis. Sampel sebanyak 281 ibu bersalin diseleksi sebagai sampel menggunakan teknik pemilihan sampel bertujuan (purposive) bagi subjek memenuhi syarat inklusi maupun eksklusi. Hasil uji statistik Spearman’s Rho diperoleh nilai P-Value < 0,05 dan nilai koefisien korelasi sebesar 0,631 artinya terdapat hubungan kuat ke arah positif antara preeklamsia dan kejadian BBLR di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.

Published

2026-08-10

How to Cite

Sari, H. M., Wulandatika, D., Rosyad, S. R., & Windarti, W. (2026). Hubungan Preeklamsia dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di RSUD Hadji Boejasin Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2), 1634–1638. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1265

Issue

Section

Articles