Pengaruh Mobilisasi Dini Terhadap Peningkatan Kemampuan Activity Daily Of Living Pada Pasien Pasca Operasi Fraktur Ekstremitas Bawah Di Ruang Bedah RSUD Aloei Saboe Kota Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1290Keywords:
Mobilisasi Dini, Activity Daily FF Living, Fraktur Ekstremitas BawahAbstract
Fraktur menimbulkan masalah kesehatan yang signifikan dengan konsekuensi yang parah,
termasuk kematian dini. Mobilisasi dini merupakan intervensi nonfarmakologi yang dapat
meningkatkan aktivitas fisik pada pasien fraktur. Tujuan : penelitian ini yaitu untuk mengetahui
pengaruh mobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan activity daily of living pada pasien
pasca operasi fraktur ekstremitas bawah di Ruang Bedah Rsud Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Metode : penelitian ini termasuk Pre Eksperimen dengan design pretest and posttest design. ciri
desain ini tidak menggunakan kelompok control, menggunakan satu kelompok intervensi dengan
pemberian mobilisasi dini selama 3 hari berturut-turut. Sampel pada penelitian ini 20 responden
dengang menggunakan tekhnik purposive sampling instrument penelitian berupa lembar
pengkajian indeks barthel dan SOP mobilisasi dini dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil :
penelitian menunjukan bahwa ADL sebelum mobilisasi dini terdapat 14 responden ketergantungan
total (70%) dan 6 responden ketergantungan berat (30%). Setelah diberikan mobilisasi dini
menjadi 9 responden ketergantungan sedang (45%), 7 responden ketergantungan ringan (35%) dan
4 responden mandiri (20%). Uji Wilcoxon menunjukan nilai p<0.000, menandakan adanya
pengaruh signifikan mobilisasi dini terhadapa activity daily of living. Kesimpulan : ada pengaruh
mobilisasi dini terhadap peningkatan kemampuan activity daily of living pada pasien pasca operasi
fraktur ekstremitas bawah di Rsud Aloei Saboe Kota Gorontalo.




