Pengaruh Kombinasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat dan Active Lower ROM terhadap Perubahan Nilai Ankle Brachial Index pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Wilayah Kerja Puskesmas Polowijen Kota Malang
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1295Keywords:
Diabetes Melitus, Ankle Brachial Index, Rendam Kaki Air Hangat, Active Lower ROMAbstract
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah perifer akibat perubahan vaskular yang ditandai dengan penurunan nilai Ankle Brachial Index (ABI). Gangguan tersebut meningkatkan risiko terjadinya penyakit arteri perifer dan ulkus kaki diabetik. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk meningkatkan sirkulasi darah perifer adalah terapi rendam kaki air hangat dan latihan Active Lower Range of Motion (ROM). Namun, penelitian mengenai kombinasi kedua intervensi tersebut terhadap perubahan nilai ABI masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan Active Lower ROM terhadap perubahan nilai Ankle Brachial Index pada pasien diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Polowijen Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan Pre-Test-Post-Test control group design. Sampel penelitian berjumlah 68 responden yang dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan Paired Sample T-Test dan Independent Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perlakuan mengalami peningkatan nilai ABI yang signifikan setelah diberikan kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan Active Lower ROM (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang signifikan (p = 0,072). Hasil uji Independent Sample T-Test pada Post-Test juga menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (p = 0,004). Kombinasi terapi rendam kaki air hangat dan Active Lower ROM terbukti efektif meningkatkan nilai Ankle Brachial Index sehingga dapat dipertimbangkan sebagai intervensi dalam meningkatkan sirkulasi darah perifer pada pasien diabetes melitus tipe 2.




