Hubungan Tingkat Kecanduan Media Sosial Dengan Kualitas Tidur Dan Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan Pada Pemuda Di Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2.1308Keywords:
Kecanduan Media Sosial, Kualitas Tidur, Pemanfaatan Pelayanan Kesehatan, PemudaAbstract
Media sosial telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan pemuda, termasuk di Kota Tomohon
yang memiliki tingkat penggunaan internet untuk media sosial mencapai 85,55%. Penggunaan media
sosial yang berlebihan diduga berkaitan dengan gangguan kualitas tidur dan pola pemanfaatan pelayanan
kesehatan pada kelompok usia muda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat
kecanduan media sosial dengan kualitas tidur dan pemanfaatan pelayanan kesehatan pada pemuda di
Jemaat GMIM Filadelfia Tinoor. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan
pendekatan cross-sectional pada 129 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling dari
populasi 190 pemuda berusia 18–30 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner intensitas
penggunaan media sosial, Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk kualitas tidur, dan kuesioner
pemanfaatan pelayanan kesehatan, kemudian dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori kecanduan media sosial tinggi
(60,5%), kualitas tidur buruk (94,6%), dan pemanfaatan pelayanan kesehatan yang baik (72,1%). Uji
korelasi menunjukkan hubungan yang signifikan namun lemah antara kecanduan media sosial dengan
kualitas tidur (r = -0,204; p = 0,020), sedangkan hubungan antara kecanduan media sosial dengan
pemanfaatan pelayanan kesehatan tidak signifikan (r = -0,066; p = 0,457). Disimpulkan bahwa
kecanduan media sosial berkontribusi terhadap penurunan kualitas tidur pemuda, tetapi tidak
berhubungan secara langsung dengan pemanfaatan pelayanan kesehatan mereka. Diperlukan edukasi
digital detox dan skrining kualitas tidur pada pelayanan kesehatan primer bagi kelompok usia muda.




