Studi Potensi Interaksi Obat Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Di Jakarta Pusat

Authors

  • Fitry Amelia Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Widya Handayani Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Mohammad Zakir Chohan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta
  • Wan Syurya Tri Dharma Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1319

Keywords:

Stroke Iskemik, Interaksi Obat, Polifarmasi, Farmakodinamik, RSI Cempaka Putih

Abstract

Stroke iskemik merupakan penyakit degeneratif vaskular yang memerlukan regimen terapi kombinasi
kompleks (polifarmasi). Penggunaan multipel obat secara bersamaan meningkatkan potensi terjadinya
interaksi obat yang berdampak pada efektivitas terapi maupun peningkatan risiko efek samping.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik peresepan, menganalisis potensi
interaksi obat (mekanisme dan tingkat keparahan), serta menganalisis hubungan antara jumlah obat
yang diresepkan dengan kejadian potensi interaksi obat pada pasien stroke iskemik rawat jalan di
Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Jakarta Pusat. Metode: Penelitian observasional deskriptif-
analitik dengan pendekatan retrospektif menggunakan data rekam medis dan resep pasien periode
Januari 2026. Sampel diambil dengan teknik total sampling sebanyak 200 resep. Analisis potensi
interaksi obat dilakukan menggunakan Drug Interaction Checker (Drugs.com), disajikan secara
deskriptif dan diuji bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Karakteristik pasien didominasi oleh
perempuan (54,5%) dan kelompok usia dewasa 18–59 tahun (57,0%). Komorbiditas tertinggi
adalah hipertensi (54,0%) dan dislipidemia (34,0%). Sebanyak 134 resep (67,0%) teridentifikasi
memiliki potensi interaksi obat dengan total 252 kejadian. Berdasarkan mekanisme, interaksi
farmakodinamik mendominasi sebesar 72,0% (144 kejadian), sedangkan farmakokinetik sebesar
22,2% (56 kejadian). Berdasarkan tingkat keparahan, interaksi tingkat moderate paling banyak
ditemukan (54,5%), diikuti major (18,3%) dan minor (17,8%). Pasangan obat interaksi major tersering
adalah Amitriptyline–Tramadol (4,09%). Uji statistik Chi-Square menunjukkan hubungan yang
signifikan antara jumlah obat yang diresepkan dengan kejadian potensi interaksi obat (p = 0,009;
p < 0,05). Kesimpulan: Terdapat prevalensi potensi interaksi obat yang tinggi pada pasien stroke
iskemik, di mana polifarmasi secara signifikan meningkatkan risiko kejadian interaksi obat.

Published

2026-09-02

How to Cite

Amelia, F., Handayani, W., Chohan, M. Z., & Dharma, W. S. T. (2026). Studi Potensi Interaksi Obat Pasien Stroke Iskemik Di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih Di Jakarta Pusat. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 4413–4426. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1319

Issue

Section

Articles