Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi Kelas IX SMP Negeri 27 Depok Tahun 2026

Authors

  • Labidah Azka STIKes Raflesia Depok
  • Priharyanti Wulandari STIKes Raflesia Depok

DOI:

https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1335

Keywords:

Kejadian Kepatuhan, Remaja Putri , Stress

Abstract

Keputihan adalah cairan atau lendir yang diproduksi oleh vagina dan leher rahim yang biasanya disebabkan infeksi yang berasal dari mikroorganisme, personal hygiene, penggunaan bahan pakaian, aktivitas fisik dan stress. Tujuan penelitian Untuk mengetahui hubungan tingkat stress dengan kejadian keputihan pada remaja putri kelas XI SMP Negeri 27 Depok. Metode Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 93 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan uji Fisher Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil tingkat stres mayoritas kategori stress sedang, yaitu sebanyak 43 orang, responden mengalami keputihan sebanyak 67 responden, sedangkan keputihan fisiologis 45, sedangkan responden yang mengalami keputihan patologis sebanyak 22 orang. Analisis statistik menggunakan  uji Fisher’s exact didapatkan p-value = 0,024 (p< 0,05) yang menunjukan adanya hubungan bermakna antar dua variable, artinya semakin berat tingkat stress maka semakin tinggi angka kejadian keputihan. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan tingkat stress dengan kejadian keputihan pada siswi.

Published

2026-09-06

How to Cite

Azka, L., & Wulandari, P. (2026). Hubungan Tingkat Stress Dengan Kejadian Keputihan Pada Siswi Kelas IX SMP Negeri 27 Depok Tahun 2026. Borneo Nursing Journal (BNJ), 8(2b), 4960–4966. https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1335

Issue

Section

Articles