Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi Dengan Motivasi Belajar Siswa SDN Pamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1336Keywords:
Kebiasaan Sarapan Pagi, Motivasi Belajar, Siswa Sekolah DasarAbstract
Sarapan pagi merupakan kebutuhan fisiologis dasar yang berperan dalam memenuhi
kebutuhan energi setelah berpuasa semalaman. Asupan energi pada pagi hari mendukung fungsi
kognitif, seperti konsentrasi, daya ingat, dan kemampuan berpikir, sehingga dapat meningkatkan
motivasi belajar siswa. Namun, masih terdapat siswa yang belum terbiasa sarapan sebelum berangkat
ke sekolah sehingga berpotensi menurunkan kesiapan dan motivasi belajar.
Tujuan: Mengetahui hubungan kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa SDN
Pamarunan 1 Kecamatan Kahayan Tengah Kabupaten Pulang Pisau.
Metode Penelitian: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-
sectional. Sampel berjumlah 46 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kebiasaan sarapan pagi dan motivasi belajar, kemudian
dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat signifikansi
α = 0,05.
Hasil: Sebagian besar responden memiliki kebiasaan sarapan kategori sedang sebanyak 19 siswa
(41,3%) dan motivasi belajar kategori sedang sebanyak 22 siswa (47,8%). Hasil uji Spearman Rank
menunjukkan nilai r = 0,904 dengan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan
positif, sangat kuat, dan signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi belajar siswa.
Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan sarapan pagi dengan motivasi
belajar siswa. Semakin baik kebiasaan sarapan pagi, semakin tinggi motivasi belajar siswa. Hasil
penelitian ini diharapkan menjadi dasar bagi sekolah, orang tua, dan tenaga kesehatan dalam
meningkatkan edukasi mengenai pentingnya sarapan bergizi seimbang untuk mendukung motivasi
belajar.




