Hubungan Dukungan Emosional Keluarg Dengan Kontrol Gula Darah Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kelurahan Kalibaru Kecamatan Cilodong
DOI:
https://doi.org/10.61878/bnj.v8i2b.1338Keywords:
Diabetes Melitus Tipe 2, Dukungan Emosional Keluarga, Kontrol Gula Darah , LansiaAbstract
Lansia dengan Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 memerlukan dukungan keluarga dalam pengelolaan penyakit untuk
mencapai kontrol glukosa darah yang optimal. Dukungan emosional keluarga berperan dalam meningkatkan
motivasi, kepatuhan terhadap pengobatan, dan perilaku perawatan diri pada lansia dengan DM Tipe 2. Penelitian
ini bertujuan menganalisis hubungan dukungan emosional keluarga dengan kontrol gula darah pada lansia dengan
DM Tipe 2 di Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Cilodong. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan
pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian berjumlah 90 lansia penderita DM Tipe 2, dengan sampel sebanyak
47 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data yang digunakan pada
penelitian ini adalah kuesioner MOS Social Support Survey. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memperoleh dukungan emosional keluarga dalam
kategori kurang (40,4%) dan memiliki kadar Gula Darah Sewaktu (GDS) yang tidak terkontrol (70,2%). Hasil
uji Spearman Rank menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan emosional keluarga dan
kontrol gula darah (p < 0,001), dengan arah hubungan positif. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin baik
dukungan emosional yang diterima lansia, semakin baik kecenderungan kontrol gula darahnya. Disimpulkan
bahwa dukungan emosional keluarga berhubungan secara signifikan dengan kontrol gula darah pada lansia dengan
DM Tipe 2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan program edukasi keluarga
untuk meningkatkan dukungan emosional terhadap lansia dengan Diabetes Melitus Tipe 2 guna mendukung
pengendalian gula darah




